Pada pagi
hari yang cerah disebuah sekolah terdapat seorang siswi terkenal tomboy.berawal
dari cara berjalan,berteman hingga penampilannya. Namanya TARI PUTRI DEWI,dia
duduk dikelas dua smp. Tetapi meski dikenal tomboy dan nakal dia adalah murid
kesayangan guru-guru disekolahnya.
“Kriiiiiiing”bel masuk berdering.pelajaran
pertama telah dimulai,pagi ini adalah jam pelajaran matematika. Gue seneng
banget sama pelajaran ini karena banyak tantangan dari setiap soal yang
diberikan. Ditengah penjelasan pelajaran tiba-tiba pak taufik menunjuk salah
seorang murid yang sedang tertidur untuk maju kedepan mengerjakan soal yang ada
di papan tulis. Dia adalah ryan cowok yang super nyebelin di kelas ini. Dengan
wajah kusam ryan melangkah kedepan. Lima menit sudah dia hanya berdiri menatap
papan tulis dan pak taufik meminta ryan untuk berdiri didepan sampai pelajaran
berakhir. Karena ryan tidak bisa menjawab soal tersebut tari mengangkat
tangannya untuk bersedia menjawab soal yang ada di papan tulis. Pak taufik
senang melihat keberanian tari, dan semua soal habis dijawab. Karena semua
jawabannya benar tari diminta untuk kembali menuju tempat duduknya. Tari
kembali ke tempat duduknya sambil menatap ke arah ryan kemudian
mengejeknya. Pelajaran kembali dilanjutkan,
pak taufik kembali menuliskan soal untuk dicatat sebagai pekerjaan rumah.
Dengan sigap tari mencatat semua soal yang diberikan,tidak lama kemudian bel
tanda akhir pelajaran berdering ryan diminta untuk kembali ke tempat duduknya.
Jam pelajaran selanjutnya adalah
sejarah, kali ini adalah pelajaran yang paling dibenci oleh tari. Karena bikin
ngantuk dan berbelit – belit harus membaca sampai mengingat tahun kejadian
sejarah itu. tari membuka buku nya namun fikiran nya tidak ada didalam
pelajaran. Sedangkan ryan sedang sibuk memperhatikan pelajaran. Ditengah
lamunan nya tari memikirkan bahwa dia akan jadi seorang musisi rock n roll
terkenal. Disana dia menjadi seorang gitaris nya sedang melakukan aksi nya
diatas panggung, dan para fans nya berteriak melihat aksi nya disana. sedang asik
melamun tari di kejutkan oleh ryan dengan menepuk pundak nya dari belakang.
Tari terkejut dan berdiri dari tempat duduknya sambil bergaya sedang memainkan gitar. “gila lo ya “ ujar
ryan melihat tingkah laku tari. Akhirnya tari sadar dari lamunan nya dan dia
menatap kearah ryan yang kebingungan melihat nya. Karena jam pelajaran telah
selesai, tari dengan percaya diri berjalan menuju kantin sekolah begitu saja
dan menganggap tidak ada apa-apa. Ryan hanya menggelengkan kepalanya sambil
meninggalkan kelas untuk istirahat.
Sepuluh menit sebelum bel masuk tari
masih sibuk bergurau dengan teman-temannya di kantin. Ryan datang menghampirinya untuk mengajaknya
ke kelas karena sebentar lagi bel masuk.
Tetapi tari mengabaikan ajakan ryan dengan menatapnya dengan sinis. Karena bel
masuk telah berdering ryan segera kembali menuju kelas. Jam pelajaran
selanjutnya telah berakhir tetapi tari masih belum terlihat di tempat duduknya.
Ryan merasa khawatir mencoba mencari nya dengan alasan ke kamar kecil. Sampai di sebuah tangga terlihat guru piket
sedang menghukum beberapa murid dilapangan dengan jalan jongkok. Karena
terhalang sebuah pepohonan dihadapannya ryan turun dari tangga itu dengan
langkah pelan. Dan ternyata yang dihukum adalah tari bersama teman geng nya.
Karena dia takut mendapatkan hukuman juga ryan bergegas kembali ke kelas.
Hingga jam pelajaran bahasa indonesia
dimulai barulah mereka kembali ke kelas. Dengan wajah lusuh berkeringat tari
kembali duduk untuk kembali melanjutkan pelajaran. Ryan tidak berani menatap
kearah mereka karena takut dianggap sok peduli. Ryan kembali mendengarkan
pelajaran yang dijelaskan gurunya. Diakhir pelajaran gurunya mengumumkan
tentang kisi-kisi untuk ujian kenaikan kelas. Ryan sibuk mencatat semuanya
dengan lengkap, sedangkan tari masih
mengibaskan bukunya untuk mengeringkan keringat nya yang masih bercucuran.
Hingga pada jam pulang sekolah, tari menunggu ryan didepan gerbang sekolah dan
menghentikan sepeda nya. Dengan wajah polosnya dia memberikan buku catatan nya
kepada tari untuk dipinjam kan. Usai kejadian itu mereka pun pergi meninggalkan
gerbang sekolah.
Besok pagi langit terlihat
mendung, ryan bersemangat mengkayuh
sepedanya agar tidak terlambat datang kesekolah. Sedangkan tari dengan tenang
menikmati perjalanan nya ke sekolah di antar oleh supir. Ditengah perjalanan
ryan melewati jalan berbatu yang menyebabkan ia terjatuh. Dia coba bangun dan
kembali menaiki sepedanya, tetapi ban sepedanya bocor tertancap paku ketika
melewati jalanan berbatu. “stop pak” ujar tari sambil membuka kaca mobilnya.
Tari turun dari mobil nya dan menghampiri ryan yang masih duduk di jalanan
dengan baju lusuhnya karena noda tanah yang menempel. “hei...ikut mobil gue aja
biar gak telat” pinta tari sambil menuntun sepeda ryan. Tanpa menolak ryan
menerima ajakan tari untuk menaiki mobilnya. Sampai di sekolah mereka pun turun
dari mobil nya tari.”pak sepedanya nanti tolong dibawa ke bengkel ya “ pinta
tari kepada supirnya. “baik non” ujar supirnya tari sambil meninggalkan sekolah.
Tari menuntun ryan ke ruangan kesehatan disekolahnya untuk segera di obati.
Setelah ryan di obati luka nya tari meminta agar dia istirahat dulu. Tari
mengembalikan buku catatan ryan kemudian pergi menuju kelas.
Jam pelajaran telah dimulai
setelah absen kehadiran. Ketika nama ryan dipanggil tari dengan jelas
memberitahu kalau dia ada di ruangan kesehatan. Tidak lama kemudian datang guru
UKS membawa surat izin ryan karena sedang perawatan di ruangan
kesehatan.pelajaran kembali dilanjutkan hingga bel istirahat. Seperti biasa
tari kumpul bersama teman gengnya di kantin. Sedangkan ryan masih terbaring di
ruangan kesehatan. Karena ryan masih terlihat lemas akhirnya guru UKS
menghubungi orang tua ryan untuk dijemput ke sekolah. Karena terkejut mendengar
kabar itu orang tua ryan menuju sekolah dengan menggunakan ojek. Guru UKS
menjelaskan tentang keadaan ryan dan mengabarkan kalau dia terjatuh dijalan
kemudian ditolong oleh temannya. Karena masih panik orang tua ryan membawanya
pulang.
Jam pelajaran telah berakhir, tari
sudah ditunggu supirnya didepan sekolah sambil memegang sepeda ryan yang telah
di bawa ke bengkel. Tari turun menuju gerbang sekolah dan memilih untuk pulang
membawa sepeda itu setelah mengetahui
kalau ryan udah dijemput orang tuanya,.sesampai nya dirumah orang tua tari
kebingungan tentang sepeda yang terparkir rapih di halaman rumahnya. Tari
menjelaskan sebab ada nya sepeda itu dan bergegas istirahat menuju kamarnya.
Dan hujan turun deras yang menyebabkan tari tertidur pulas.
Pagi hari nya usai sarapan bersama
keluarga tari berpamitan untuk berangkat ke sekolah. Sampai di sekolah tari
bertemu dengan teman geng nya untuk menyalin pekerjaan rumah yang belum
selesai. Setelah mengerjakan tugasnya tari menghampiri heri teman sebangku nya ryan untuk menanyakan
tentang ryan yang belum datang. Heri menjelaskan bahwa ryan masih terbaring
sakit dirumahnya karena lukanya belum sembuh. Tari meminta alamat rumah ryan
kepada heri teman sebangkunya. Setelah mendapatkan alamatnya tari kembali ke
tempat duduknya.
Kriiiiiing “ bel pulang sekolah,
tari bergegas menuju gerbang sekolah mencari supirnya untuk pulang. Setibanya
dirumah tari mengganti seragam sekolahnya kemudian berpamitan menuju rumah ryan
menggunakan sepeda. Sampai dirumah ryan ternyata benar dia masih lemas di
tempat tidurnya. Karena kakinya memar terbentur batu waktu dia terjatuh ryan
masih belum bisa berjalan. Usai menjenguk ryan tari menemui mama ryan dan
bermaksud untuk mengembalikan sepeda ryan yang telah di perbaiki sekaligus
memberikan uang untuk biaya berobat ryan. Karena terharu melihat sikap tari
kepada ryan mama nya berterimakasih kepada tari dan memberikannya sebuah kue
untuknya. Tanpa menjawab apa-apa tari menerima pemberian itu dan berpamitan
pulang. Di depan teras rumah ryan, tari menelpon supirnya untuk minta dijemput
di rumah ryan. Sepuluh menit kemudian sampailah supirnya dan tari bergegas
pulang karena hari semakin sore.
Dua hari ryan belum kunjung masuk
sekolah, teman –teman nya mengumumkan untuk menjenguk ryan usai pulang sekolah.
Sampai disana ryan merasa senang karena
teman – temannya datang membawa makanan dan menghiburnya. Keadaan ryan mulai
membaik karena ternyata dia hanya kecapean kemarin usai membantu mengantarkan
kue dagangan mamanya. Karena takut terlambat dia melewati jalan pintas, dijalan
itu berbatu dan ryan terjatuh.”udah yan gapapa, semangat terus ya cepet sembuh
biar bisa masuk sekolah lagi” ujar ketua kelas nya. Nasihat ketua kelas mereka
mengakhiri obrolan. Mereka bergegas pulang menuju rumahnya masing-masing.
Pagi harinya ryan telah sembuh dari
sakitnya, dengan semangat mengkayuh sepeda tua nya menuju sekolah. Dia tidak
lagi melewati jalan pintas itu karena takut terjatuh lagi. Dia melewati jalan
raya yang biasa dilewati tari untuk menuju sekolahnya. Tiba – tiba ada suara
memanggil namanya dari kejauhan, dan ternyata itu tari yang memanggilnya sambil
mengkayuh sepedanya mencoba mengejar ryan. Akhirnya mereka sampai di sekolah
dan memarkirkan sepedanya di dekat mushola. ryan masih bingung melihat tari
yang datang ke sekolah menggunakan sepeda. Tetapi tari mengabaikan saja sambil
berjalan menuju kelas. Teman – teman yang lain merasa senang melihat kehadiran
ryan yang sudah kembali masuk sekolah. Karena satu minggu lagi adalah hari
ujian kenaikan kelas. Dan mereka akan naik kelas tiga smp.
Usai pulang sekolah, tari meminta untuk
pulang bareng bersama ryan. Separuh
jalan menuju rumah mereka, ryan bertanya “tari , kamu kok naik sepeda, kan enakan diantar supir ? “ tanya ryan. Tari
menjelaskan bahwa naik sepeda itu sehat jadi gak perlu bermacet di jalanan.
Lagian lo kan jadi ada temennya kalau berangkat sekolah “ ujar tari sambil
melirik. Ryan hanya mengangguk sambil mencoba tidak menatap tari. Di sebuah pertigaan
jalan mereka berpisah. Sampailah mereka dirumahnya masing-masing.
Hingga pada hari ujian kenaikan kelas
dimulai, mereka telah siap menghadapi ujian dengan baik. Semua persyaratan
telah dilengkapi mulai dari seragam, peralatan ujian , hingga kartu ujian. Hari
pertama ujian adalah mata pelajaran matematika. Tari dengan pedenya dia akan
mendapatkan nilai terbaik dikelasnya. Sedangkan ryan merasa tidak percaya diri
akan menghadapi soal yang sulit atau mudah. Hingga pada pulang sekolah ryan
seperti biasanya mengkayuh sepedanya untuk menuju sebuah warung untuk mengambil
uang setoran kue daganga mama nya. Karena ryan sudah ditinggal oleh ayahnya
sejak umur lima tahun, hanya mama nya yang masih bisa membiayai sekolah nya. Sedangkan
tari tidak lagi menggunakan sepeda kesekolah .
Hari terakhir ujian sekolah yang akan menentukan
kenaikan kelas,mereka telah merasa sedikit lega karena akan segera hari libur.
Pada jam istirahat tari menghampiri heri yang sedang duduk sendiri dikelas.
Tari bertanya sebab ryan terjatuh waktu beberapa hari kemarin. Heri menjelaskan
kepada tari yang penasaran. Karena tari masih penasaran usai pulang sekolah dia
mengikuti ryan dari kejauhan. Tari pun sekarang tau siapa ryan sebenarnya dan
menjadi haru ketika melihat ryan membawa tempat kue. Esok harinya tari
berangkat menggunakan sepeda nya dan menunggu ryan di warung itu. dan ternya
benar ryan datang menghampiri warung itu untuk menaruh dagangan mamanya sebelum
berangkat sekolah. karena waktu menunjukan pukul tujuh, mereka terlambat datang
kesekolah. Mereka dihukum membersihkan lapangan hingga jam pelajaran pertama
selesai. Mereka menjalani hukuman itu dengan cekatan. Karena tugas mereka telah
selesai, jam pelajaran belum berakhir mereka mengutuskan untuk duduk dipinggir
lapangan. Tari menjadi sedikit care kepada ryan sambil menatap nya tanpa berkedip.
Ryan gugup melihat tingkah laku tari yang mulai berubah kepadanya. Dan
tiba-tiba bel tanda akhir pelajaran pertama berdering. Mereka pun menuju kelas.
Hingga pada jam istirahat sekolah,
tari tidak lagi berkumpul bersama teman geng nya di sekolah. dia memilih untuk
istirahat bersama ryan dan ngobrol akrab seperti sudah berteman lama. Mereka
akhirnya menjadi teman baik. Hingga pada hari dimana semua murid datang ke
sekolah bersama orang tuanya untuk mengambil raport. Setelah melihat hasilnya ryan
mendapat peringkat pertama dikelasnya dan tari menjadi peringkat kedua. Karena
tidak terima menerima hasil yang diterimanya tari datang menghampiri ryan untuk
protes kalau yang seharusnya dia yang mendapat peringkat pertama. Karena
keputusan itu telah ditetapkan tari menjadi kesal kepada ryan. Mereka pun
berjaga jarak.
Liburan sekolah telah tiba, tari
tidak ada aktivitas selain bermain komputer yang ada dikamarnya. Sedangkan ryan
sibuk membantu menjual dagangan mamanya. Pada pukul sepuluh pagi tari mencoba
untuk berjalan –jalan dengan sepedanya disekitar komplek rumahnya. Tari
berhenti mendadak disebuah pertigaan jalan karena melihat ryan sedang mengantar
pesanan kue untuk pelanggan mama nya. Dengan bermaksud ingin cari tahu
aktivitas ryan dihari itu tari mengikuti ryan. Hingga pada sebuah taman di
dekat komplek itu ryan berhenti dan duduk disana sambil membuka buku pelajaran.
Karena penasaran tari menghampirinya dan menemuinya. Ketika ryan melihat
kehadiran tari dia terkejut dan langsung pergi meninggalkan taman itu.
Hingga pada esok harinya tari kembali
datang ketaman itu untuk memastikan ryan akan datang lagi ketaman itu. tiba-
tiba ryan datang dengan membawa kotak kue dagangan mamanya yang belum habis.
Dia terlihat sedih karena kuenya belum habis terjual. Karena merasa kasihan
tari menghampiri ryan. Kemudian tari bertanya mengapa wajahnya terlihat sedih.
Dan ryan menjelaskan alasan dia sedih karena dagangan nya belum terjual. Tanpa
bicara lagi tari memberikan uang kepada ryan. “ untuk apa ini tari ?” ujar ryan
sambil menatap tari. Gue beli semua kue itu “ ujar tari sambil mengambil kotak
kue yang dipegang ryan. Karena senang mendengar perkataan tari ryan mengucapkan
terimakasih dan memberikan permintaan apa saja kepada tari untuk dia lakukan
sebagai tanda terimakasih. Tetapi tari hanya meminta ryan untuk datang
kerumahnya besok sore. Karena permintaan tari bisa di mengerti, ryan pun
menerima permintaan untuk datang kerumahnya.
Sore hari yang hangat di sinari
matahari ryan mengkayuh sepedanya menuju rumah tari. Sepuluh menit perjalanan
ryan sampai di rumah tari dan memberikan salam kepada orang tuanya. Ryan diminta untuk menunggu diruangan tamu.
Tidak lama kemudian datanglah tari dengan baju yang dihiasi bunga-bunga menghampiri
ryan. Tari menjelaskan sebab dia meminta ryan untuk datang kerumahnya untuk
belajar bersama dan bertanya bagaimana cara dia belajar mendapatkan nilai bagus
di raportnya. Karena ryan termasuk orang yang menepati janji dia menjelaskan
semua nya dengan lengkap. Dan pada akhir percakapan mereka, tari bertanya
tentang kehidupan nya sekarang. Ryan menundukan kepalanya sambil mengatakan
bahwa dia malu untuk menceritakan nya. Tari menggenggam tangan ryan dan meminta
ryan untuk menceritakan nya dengan jujur. Karena ryan merasa tidak enak kepada
tari akhirnya dia menceritakan nya. Usai mendengarkan ceritanya tari meminta
maaf atas kesalahan nya ketika di hari pembagian raport itu. dengan nada rendah
ryan mengatakan bahwa sudah melupakan kejadian itu. karena hari semakin sore
ryan berpamitan untuk pulang dan berterimakasih telah mengizinkan nya datang
kerumahnya.
Usai sholat maghrib tari
berkumpul di ruangan keluarga untuk nonton televisi. Di tengah suasana
hangat itu tari meminta kepada orang tuanya
untuk dibelikan sepeda baru. Karena papa nya tari adalah seorang direktur di
sebuah perusahaan ternama dijakarta akhirnya menuruti permintaan tari. Orang
tua tari menjadi sedikit heran karena adanya perubahan dari tari. Hingga pada
besok pagi tari diantar oleh orang tuanya menuju ke sekolah. sedangkan dengan
ryan masih mengkayuh sepeda tua nya menuju sekolah. hingga di suatu jalan
menuju sekolah tiba-tiba hujan deras, ryan mencari tempat untuk berteduh.
Karena waktu menunjukan pukul tujuh pagi ryan terlambat menuju sekolah.
akhirnya ryan memutuskan untuk tetap
melanjutkan ke sekolah,hingga sampai disana gerbang sekolah telah
tertutup rapat. Karena tidak bisa masuk sekolah, ryan akhirnya pulang dengan
bajunya yang basah kuyup. Sedangkan orang tua tari segera menemui wali kelas
nya untuk bertanya tentang perubahan pada anaknya. Usai mendapat penjelasan
dari wali kelas nya akhirnya mereka pulang.
Jam pelajaran kedua dihari ini,
tari masih bingung karena tidak melihat ryan dikelas. Karena khawatir dia
datang ke UKS untuk meminta nomor telpon rumah ryan. Setelah di hubungi dan
mamanya yang mengangkat telpon itu menjelaskan sebab ryan tidak masuk sekolah.
karena telah jelas mendapatkan berita tentang ryan akhirnya usai pulang sekolah
tari menuju rumah ryan diantar supirnya. Terlihat ryan sedang duduk melamun di
sebuah bale kayu. Ryan terkejut kedatangan tari dirumahnya dan mempersilahkan
tari untuk duduk. “lo kenapa kok melamun ? tanya tari kepada ryan. Gapapa kok,
saya Cuma sedih aja dihari pertama masuk sekolah dengan kelas baru malah telat”
udah gak usah sedih lagi, kan ada gue disini sekarang “ ujar tari. Ryan hanya
diam sambil melirik ke arah tari. “ oiya besok berangkat sekolah bareng gue ya
nanti dijemput sama supir” pinta tari. Karena merasa tidak enak kalau menolak
ajakan nya akhirnya ryan menerima nya dengan senang.
Pukul enam pagi hari tari sudah sampai
di rumah ryan untuk berangkat sekolah bersama. Setelah berpamitan dengan mama
nya ryan mereka berangkat menuju sekolah. setengah tujuh pagi mereka sudah
sampai di sekolah dan mereka masuk kedalam kelas. Hingga akhirnya pada jam
istirahat tari menelpon supirnya untuk membawa sepeda baru yang dibelikan oleh
orang tuanya ketika menjemput nya di sekolah. ryan masih sibuk dengan buku
bacaan nya yang berjudul sebuah usaha
melupakan karya cipta boy chandra. Hingga pada pulang sekolah, tari meminta
kepada ryan untuk pulang bersama. Karena
merasa merepotkan tari akhirnya ryan memilih untuk berjalan kaki. Hingga
di sebuah jalan tari melihat ryan sedang berjalan kemudian jatuh pingsan.
Karena tari panik melihat kejadian itu segera membawa ryan kerumah sakit. Satu
jam kemudian ryan siuman dari pingsan nya. Tari mencoba menenangkannya kalau
dia sekarang udah ada di rumah sakit. Usai diperiksa oleh dokter dan menerima
hasilnya penyebab ryan pingsan karena kelelahan kemudian dia memiliki penyakit
maagh. Setelah menerima resep dari dokter akhirnya ryan di izinkan pulang. Pukul 5 sore mereka tiba dirumah. Mama nya
panik karena ryan belum pulang. Setelah melihat keadaan ryan menjadi sedikit
lega. Akhirnya tari membiarkan ryan untuk beristirahat dan memberikan sepeda
baru untuk ryan kepada mamanya.
Hingga esok paginya ryan sudah bisa
masuk sekolah lagi, tari datang menghampirinya untuk menanyakan keadaan nya
sekarang. Ditengah obrolan ryan mencetuskan sebuah kata karena perubahan tari.
Karena tari tadinya sangat tomboy menjadi lebih lemah lembut. Penampilannya
juga berubah, lebih feminim tidak seperti biasanya.” Mmm... nanti deh gue
jelasinnya, gue tunggu lo di taman dekat kompleks” pinta tari meninggalkan
ryan. Karena mereka baru saja naik kelas jam pelajaran masih kosong dikarenakan
jadwal beserta buku paket belum dibagikan kepada murid- murid. Tidak lama
kemudian bel pulang sekolah berdering. Mereka pun bergegas pulang. Setelah usai
mengambil uang setoran dagangan mama nya ryan menuju taman itu. dan ternyata
tari sudah ada disana sedang duduk dibangku taman. Akhirnya mereka bertemu dan
memulai perbincangan nya soal pertanyaan ryan di sekolah. tari menjelaskan
perubahan nya ini karena seorang cowok yang selalu perhatian dan menjaganya di
sekolah. dia memang terlihat kalem dan berbakti kepada orang tuanya. Karen itu
gue berubah karena kagum dengan kegigihan dia menjalani kehidupannya. Sedangkan
gue tidak diperhatikan sama orang tua gue, mereka sibuk dengan kerjaan nya
masing- masing. Dan diakhir penjelasan nya tari menunjukan bahwa cowok itu
adalah ryan. Karena merasa malu ryan hanya menundukan kepalanya sambil memikirkan
bahwa dia sebenarnya suka kepada tari. Tetapi tari mendahului perkataan itu
kepada ryan sambil menggenggam tangannya. Ryan merasa senang mendengar kabar
itu, dia memetik setangkai bunga kemudian diberikan kepada tari sambil
menyatakan cintanya. Karena mereka sama – sama suka dan mereka berpacaran.
Hingga esok pagi harinya mereka
berangkat ke sekolah dengan menggunakan sepeda. Dengan hati gembira mereka
menuju sekolah sambil bercanda. Hingga tiba di sekolah teman-teman geng tari
merasa heran melihat perbedaan dari diri tari. Karena tari merasa bahagia
menjadi diri nya yang sekarang , dia melupakan soal cita- citanya menjadi
seorang gitaris dan memilih menjadi pacar seorang tukang kue. Pada jam
istirahat tari membantu ryan menjual kue buatan mamanya hingga laris terjual
tidak tersisa satupun. Mereka menghitung hasil penjualannya dan tari
menambahkan sedikit rezeky untuk ryan sebagai sedekah. Karena merasa
berterimakasih kepadanya ryan berniat memberikan kejutan kepada tari. Ryan
meminta kepada tari untuk bertemu di taman itu pada hari sabtu. Pelajaran
kembali dilanjutkan dengan baik. Mereka berlomba dalam mendapatkan nilai
terbaik, tidak lama kemudian bel sekolah berdering. Mereka pun pulang bersama.
Pada hari sabtu dimana ryan akan
memberikan kejutan kepada tari. Ditaman itu ryan telah menyusun semua nya
menjadi romantis. Tidak lama kemudian tari sampai disana dan terkejut melihat
taman itu menjadi indah. Ditaman itu obrolan mereka menjadi serius dan ryan
memberikan sebuah hadiah kalung kepada tari. Setelah dipakaikan ke leher tari
dan terlihat cocok untuknya. Karena hari semakin sore mereka pun bergegas
pulang. Ditengah perjalanan pulang tari merasa tidak enak seperti akan ada
kejadian yang menyedihkan terjadi. Tetapi dia menghiraukan perasaan itu dengan
melanjutkan mengkayuh sepedanya kerumah. Sedangkan ryan ditengah kebahagiaan
nya karena telah memberikan kebahagiaan kepada tari. Pada suatu jalan dia
menghayalkan tentang kejadian tadi. Terlihat dari kejauhan ada sebuah mobil
melaju dengan kencang menuju ke arah ryan. Karena lamunan nya ryan tertabrak
oleh mobil itu yang menyebabkan dia terluka. Karena pengendara mobil itu baik
dia segera membawa ryan menuju rumah sakit. Hingga di ruangan ICU nyawa ryan
tidak dapat ditolong. Karena luka dikepalanya menyebabkan darah terus mengalir
keluar dan ryan kekurangan darah menyebabkan dia meninggal. Karena sedih
mendengar keputusan dari dokter supir itu membiayai semua perawatan ryan dan
mendatangi rumah ryan setelah melihat alamat rumahnya pada kartu pelajarnya.
Kerena merasa haru supir itu mencoba tenangkan mama ryan yang menangis sedu
karena mendengar kabar itu. hingga pada sore itu jasad ryan segera dimakamkan.
Dan supir itu memberikan sebuah hp dan tas sekolah ryan yang disimpannya sambil
menyelipkan sebuah amplop untuknya.
Hingga besok pagi hari di sekolah tari
datang dengan wajah bahagia karena akan bertemu dengan ryan dan ingin mengucapkan
terimakasih kepadanya. Heri dengan berat hati mengabari tari bahwa ryan telah
meninggal. senyuman tari hilang dan meneteskan airmata setelah mendengar kabar
itu. tiba tiba wali kelas kami masuk kedalam kelas untuk mengabarkan bahwa
wafat nya ryan kemarin sore sekaligus mengajak semua murid untuk melayat ke
makam ryan. Sesampainya disana mereka mendoakan agar ryan diterima disinya dan
diterima amal kebaikannya. Usai mendoakan nya mereka kembali menuju sekolah.
jam pelajaran terakhir telah dimulai, tari merasakan sedih saat itu karena
setiap pelajaran ini dia berlomba untuk mendapatkan nilai terbaik dalam mengerjakan
soal yang diberikan bersama ryan. Pada saat pulang sekolah tari dengan kencang
mengkayuh sepedanya menuju makam ryan. Dia menangis haru masih tidak percaya
atas kepergian ryan. Tiba tiba datang heri
yang kebetulan lewat jalan itu mencoba menghampiri tari. “ sabar tar,
ikhlasin kepergian nya ryan biar dia tenang disana “ ujar heri untuk
menenangkan tari. Dengan lapang dada tari mencoba mengikhlaskan kepergian ryan.
Setiap hari sabtu tari datang mengunjungi makam ryan untuk melepas rindu dan
menaruh sebuah bunga diatas pekarangan makam itu. pada hari ke empat puluh tari
masih sering mendatangi makam ryan, tiba – tiba ada sosok berjubah putih dan
melambaikan tangan nya kearah tari. Ternyata sosok itu adalah arwah ryan yang
sedang tersenyum melihat kearah tari. Disana ryan menghampiri tari dan
mengatakan bahwa dia bahagia kalau melihat tari kembali tersenyum. Ryan memohon
kepada tari untuk mengikhlaskan kepergiannya agar dia bisa tenang disana dan
kirimkan doa untukku disaat kamu merindukan kehadiranku. Usai menyampaikan
pesan itu sosok itu hilang begitu saja. Karena tari tidak ingin mengecewakan
ryan, dia melakukan semua permintaan itu. dan akhirnya ryan bisa kembali
tersenyum meski berada dialam berbeda.
Selesai
Judul cerpen
: Tomboy vs lugu
Jenis cerpen
: cerpen cinta romantis
Penulis :
RAL
Tidak ada komentar:
Posting Komentar