Pagi hari
yang cerah, tetapi tidak dengan keadaan hatiku saat ini , masih teringat kisah
bersama mu , jika saja aku tidak melakukan kesalahan kepada mu , mungkin aku
tidak akan sedih seperti ini.
“ Jani, “ terdengar suara dari belakang
tempat duduk ku
“ kenapa rina
? sahut jani dengan malas
“jangan murung terus dong jani,aku tau kok
kamu masih belum bisa menerima kepergian roman dan aku tau apa yang ada di
fikiran kamu sekarang.jadi , jangan nyesel kalau dulu kamu sia – siain cintanya
dia, dan sekarang dia pergi tinggalin kamu.baru sadar kalau dia itu tulus
mencintai kamu.. ?” tanya rina ingin tau
“iya,iya.. aku memang salah.semenjak kenal
dengan roman itu hanya untuk sahabatan aja, jadi teman curhat.dia itu orangnya
baik,pendengar yang baik,tapi dia juga sering ngejailin aku.gak nyangka
akhirnya bisa begini awalnya teman biasa malah jadi cinta. Dan aku masih gak
tau kenapa dia bisa suka sama aku.” Yang aku tau,dia dekat sama aku karena mau
membantu selesain masalah yang pernah aku ceritain ke dia”jawab rina dengan
nada menyesal.
Perbincangan mereka pun di akhiri karena
bel masuk berbunyi. Jani adalah gadis yang cantik dan manis dia begitu
periang.tapi satu minggu belakangan ini jani jadi jarang banget tersenyum
apalagi tertawa. hanya kesedihan yang terlihat diwajahnya.....
Pelajara pertama pun dimulai, hari ini
adalah pelajaran ibu rulian guru bahasa indonesia yang selalu mengajar di jam
pertama. Konon katanya setiap guru ini mengajar tidak ada satupun anak – anak
yang mendengarkan karena dengan alasan terlalu susah buat di mengerti setiap
penjelasan pelajaran yang di terangkan.
“tok... tok....” terdengar suara ketukan
pintu kelas. Kelas pun hening sejenak, semua menatap ke arah sosok cowok yang
berjalan menghampiri bu rulian yang sedang mengajar. Cowok itu tinggi,berkulit
putih,dan sangat khas dengan lesung pipinya. Semua cewek ada yang tiba-tiba
merapihkan penampilanya. Tetapi berbeda dengan jani, dia terlihat sama sekali
tidak merespon kedatangan cowok itu, dia malah bersandar wajah di meja dengan
wajah mengantuk.
“perhatian semuanya... kita kedatangan
teman baru yang berasal dari sekolah Stereo 1 ayo silahkan perkenalkan nama
kamu nak. “ pinta ibu rulian kepada cowok satu ini.
“hai teman-teman, perkenalkan nama saya
Adrian pragiwaksana.saya biasa disapa Adrian.asal sekolah saya dari Stereo 2,
alasan saya pindah ke sekolah ini adalah pekerjaan orang tua. Sekian dari saya.
“silahkan kamu duduk di tempat duduk yang
masih kosong di sebelah kanan pojok sana.” Pinta ibu rulian kepada Adrian.
Adrian pun segera menyelusuri arah tempat duduk itu. dan pelajaran pun
dilanjutkan.
Dua hari berlalu rina tidak kunjung masuk
sekolah dikarenakan sakit. Seperti biasa di jam pertama adalah pelajaran ibu
rulian yang bikin ngantuk. Ditambah bete lagi rina yang tidak masuk.
“huaaah
ngantuk.ditaruh tasnya ke meja “keluh jani yang tidak biasa datang pagi-pagi.
paling dia datang satu menit sebelum bel masuk.
“hai..pagi...” sapa cowok ini yaitu
Adrian.
“iya.. pagi..” jawab jani dengan malas
“boleh saya duduk disini ? “ pinta Adrian kepada jani
”iya...boleh...” jawab jani dengan kesal
“kenapa sih kok kamu sinis gitu sama saya ? tanya adrian kepada jani
“abisnya kamu itu nyebelin,sok perfect, sok cool ,sok kecakepan.
“gak usah kaya begitu deh” jawab Adrian dengan tenang.
kemarin aja para fans kamu datang pagi-pagi dan duduk dibangku saya demi nunggu kamu datang. Mereka mohon-mohon supaya saya pindah ketempat duduk belakang. Makanya saya datang pagi-pagi gini supaya mereka gak duduk dibangku saya lagi. Lagipula bukan saya yang minta kan kalau kamu duduk sama saya ? “ Adrian membatin.Adrian sekarang mengerti kenapa jani begitu sinis kepadanya.
“iya.. pagi..” jawab jani dengan malas
“boleh saya duduk disini ? “ pinta Adrian kepada jani
”iya...boleh...” jawab jani dengan kesal
“kenapa sih kok kamu sinis gitu sama saya ? tanya adrian kepada jani
“abisnya kamu itu nyebelin,sok perfect, sok cool ,sok kecakepan.
“gak usah kaya begitu deh” jawab Adrian dengan tenang.
kemarin aja para fans kamu datang pagi-pagi dan duduk dibangku saya demi nunggu kamu datang. Mereka mohon-mohon supaya saya pindah ketempat duduk belakang. Makanya saya datang pagi-pagi gini supaya mereka gak duduk dibangku saya lagi. Lagipula bukan saya yang minta kan kalau kamu duduk sama saya ? “ Adrian membatin.Adrian sekarang mengerti kenapa jani begitu sinis kepadanya.
“Kriiiiiiing.....” suara bel tanda
pelajaran akan dimulai. Satu menit kemudian ibu rulian memasuki ruangan kelas.
Seperti biasa anak-anak tidak ada yang perduli akan pelajaran yang di ajarkan
nya. Tetapi berbeda dengan si cowok baru itu kok bisa-bisanya mendengarkan
pelajaran dengan serius” jani yang diam-diam memperhatikan Adrian. Jam
pelajaran telah berganti hingga pelajaran terakhir.
tidak lama kemudian bel pulang pun berdering. Dengan tiba-tiba Adrian menarik tangan jani. “ikut gue yuk,kita main” ajakan Adrian dengan lembut ke jani. Dengan terpaksa jani pun mengiyakan ajakan Adrian “tunggu sebentar ya..” seru Adrian ke jani. tiba-tiba datang dari kejauhan seorang cowok mengendarai motor besar nya dan cowok itu adalah Adrian. Ternyata dia emang keren,ditambah lagi motor besar yang dikendarainya membuat dia tampil macho.”cepet naik” ajak Adrian kepada jani. Serempak anak-anak disekitar parkir sekolah menatap kami dengan sinis. “ lo liat gak sih mereka pada lihat kita kaya gitu sinisnya ? “ tanya jani kepada Adrian. Udah lo pake helm nya terus abaikan aja,mereka itu sirik sama lo” jawab Adrian sambil tertawa.mereka berdua meninggalkan halaman parkir sekolah.
tidak lama kemudian bel pulang pun berdering. Dengan tiba-tiba Adrian menarik tangan jani. “ikut gue yuk,kita main” ajakan Adrian dengan lembut ke jani. Dengan terpaksa jani pun mengiyakan ajakan Adrian “tunggu sebentar ya..” seru Adrian ke jani. tiba-tiba datang dari kejauhan seorang cowok mengendarai motor besar nya dan cowok itu adalah Adrian. Ternyata dia emang keren,ditambah lagi motor besar yang dikendarainya membuat dia tampil macho.”cepet naik” ajak Adrian kepada jani. Serempak anak-anak disekitar parkir sekolah menatap kami dengan sinis. “ lo liat gak sih mereka pada lihat kita kaya gitu sinisnya ? “ tanya jani kepada Adrian. Udah lo pake helm nya terus abaikan aja,mereka itu sirik sama lo” jawab Adrian sambil tertawa.mereka berdua meninggalkan halaman parkir sekolah.
Beberapa menit kemudian sampailah mereka di
sebuah taman.”kita ngapain kesini Adrian ?” tanya jani denga heran. Lo tenang
aja deh, disini tempat yang asik buat ngobrol sama lo “ jawab adrian. “iya
...iya...”jawab jani dengan singkat. Sekarang lo lihat deh rumah di sebrang
sana,itu rumah gue “jani menatap kerumah itu. memang rumah itu sangatlah
besar,ditumbuhi pohon rindang jadi terlihat sangat asri. Sebentar ya, gue ambil
makanan sama minuman dulu dirumah” pinta adrian kepada jani.
Tidak lama kemudian datanglah Adrian dengan
membawa makanan dan minuman untuk jani. Adrian menghampiri jani yang sedang
duduk disebuah taman depan rumahnya.”ini jani,cake brownies sama jus jeruk buat
lo” jani hanya mengangguk. Adrian pun berlari ke pinggir danau yang letaknya
tidak jauh dari taman itu. “ternyata Adrian itu cowok yang baik, perhatian ,
juga tidak sombong” kata jani sambil melamun. Tiba-tiba Adrian menepuk pundak
jani dari belakang, jani pun tersadar dari lamunan nya.” Ayo sini,ikut gue
lihat danau yang pemandangan nya kerennnn banget” ajakan adrian dengan lembut.
Dengan senang hati jani menerima ajakan adrian. Taman ini memanglah
sunyi,indah,nyaman jika dijadikan tempat untuk melepaskan kesedihan. Hari sudah
hampir larut sore. Mereka masih belum beranjak dari tepi danau.
“kriiiiiigggg.........” tiba-tiba suara
ponsel jani berbunyi. Dan ternyata telfon itu dari rina yang selama ini sakit.
Rina hanya ingin mengabarkan kalau besok sudah bisa masuk sekolah lagi,”iya...
rin besok kita sebangku lagi” singkat jawab jani. Besok kan hari libur, lo mau
gak jalan sama gue ? “ tanya adrian. Ya boleh-boleh aja tapi jangan pulang
larut malam ya” jawab jani untuk mengakhiri percakapan mereka. Hari semakin
sore,jani pun bergegas untuk pulang.
Pada esok pagi, jani terbangun untuk
melakukan olahraga ringan di depan halaman rumahnya. Pada pukul sepuluh pagi ia
bergegas untuk mandi karena teringat janjinya untuk bertemu dengan adrian.
Setelah rapih dan wangi ia pun berpamitan kepada ibunya “maaaa.... aku main
dulu ya”sambil berlari terburu buru. “ iya jangan pulang larut malam ya
jani.... “ singkat jawab mama. Agar cepat sampai ditujuan jani pun meminta di
antar supir untuk menuju sekolah nya.” Mau ke sekolah non,ini kan hari libur
non ?” tanya singkat sang supir.iya pak ini memang hari libur tapi aku ada
janji sama teman untuk main,cepetan pak jalan “ jani naik ke mobil dengan
tergesa-gesa. Sesampainya di sekolah jani lekas turun dari mobilnya.
Pak,langsung pulang saja nanti saya pulang sama teman” pinta jani kepada
supirnya. “baik non “ jawab singkat sang supir.
Setengah jam ia menunggu di depan
sekolah belum ada tanda-tanda kedatangan
si cowok baru itu. dengan wajah kesal ia menunggu di depan pos security
sekolahnya. Tiba-tiba ada sosok cowok datang dengan mengendarai motor dan
berhenti dihadapannya. Karena masih kesal jani pun tidak meladeni nya. Cowok
itu pun membuka kaca helm nya,dan menghampiri jani yang masih terlihat kesal.
Dan ternyata cowok itu adalah roman. Sepuluh menit kemudian datanglah adrian
dengan motor besarnya itu. “hilang sedikit rasa kesal jani kepada adrian karena
telah menunggu lama,dan kenalin ini temen aku roman” sapa jani kepada adrian.
Tiba-tiba roman meminta kepada adrian untuk bisa jalan sama jani. Dan jani pun
memilih jalan bersama roman yang selama 1 bulan ini tidak pernah ada kabarnya.
Dengan begitu,adrian menancap gas nya dengan erat atas kekesalannya kepada
jani. Dan mereka bergegas pergi dari pagar sekolah.
Setengah jam perjalanan sampailah mereka
disebuah puncak gunung. Disana terdapat saung-saung dan dilengkapi pemandangan
yang hijau di setiap sisi. Setelah itu mereka duduk bersantai di sebuah saung.
Dan tiba-tiba roman mengeluarkan cokelat dari kantong jaketnya sambil
mengatakan bahwa ia sangat menyesal telah menyia – nyiakan jani. Aku telah
sadar sekarang bahwa aku tidak bisa jauh dari kamu, aku menghilang tanpa kabar
karna aku pindah ke pesantren dan aku menurut
saja atas permintaan orang tuaku. Tetapi kamu kenapa hilang kabar gitu
aja ? ” tanya jani dengan kesal. Maafin aku ya jani, aku ngelakuin ini untuk
bakti kepada orang tuaku. Aku ingin mereka bahagia jika aku pindah ke
pesantren. Maafin aku ya, sekarang kamu mau gak kalau kita balikan? “ jani pun
terdiam. Dulu aku tuh sayang banget sama kamu,tapi sekarang aku udah terlanjur
sakit hati karena kamu” jawab jani dengan nada sendu. Jani tidak mampu menahan
tangisnya,karena luka kecewa yang amat dalam karena roman. Dengan sabar roman
mencoba menenangkan kesedihan jani. Jawaban jani yang amat menyentuh hati roman
mengakhiri percakapan mereka.
Esok hari pada pagi ini langit terlihat
mendung,tidak seperti biasanya. Jani dengan penuh semangat bergegas datang ke
sekolah lebih awal untuk meminta maaf kepada adrian soal kemarin. Tiba-tiba
terdengar suara manggil”jani....”dan ternyata itu rina yang hari ini baru masuk
sekolah setelah sembuh dari sakitnya.”kamu liat adrian gak”tanya singkat jani.
dia kan mau pindah sekolah ke banten,emangnya kamu gak tau jan”jawab
rina.emangnya ada apaan sih jani kok kamu bingung gitu sambil tanyain si adrian
anak baru itu.jadi gini ceritanya kemarin itu aku diajak jalan sama adrian,tapi
pas sampai di sekolah datang si roman dia ngajak aku jalan juga aku gak bisa
nolak dong. Karena roman yang selama ini aku masih rindu, tiba di saung dia
ngajak aku balikan.”terus... terus... gimana kelanjutan nya jan?”tanya rani
dengan serius.”yaudah... gitu aku gak bisa jawab apa-apa karena aku udah
terlanjur kecewa dan gak bisa nahan air mata. Maka dari itu sekarang aku mau
minta maaf sama adrian.”jadi begitu ya”jawab singkat rina.tidak lama kemudian
bel pulang sekolah pun berdering.jani berpamitan lebih dahulu kepada rina
karena ia ingin menemui adrian. Ia berdiri di depan pagar sekolah untuk
menunggu bis yang bisa mengantarkan dia ke rumah adrian. Tiba-tiba datanglah
roman menghampiriku untuk menjemput ku dimana waktu kami pacaran memang jadi
kebiasaan roman. Karena bis sekolah yang belum kunjung datang akhirnya aku
mengiyakan untuk di antar dengan roman.
Sampai lah di sebuah komplek perumahan
adrian. aku meminta turun agak jauh dari rumah nya adrian agar tidak dicurigai
roman. Ketika roman bergegas pergi jauh dari area komplek aku berjalan menuju
kerumah adrian. Sesampai nya disana tidak terlihat seorang pun,hanya ada motor
yang biasa dipakai adrian kesekolah yang terparkir dengan rapih. Karena itu aku
berlari menuju taman yang berada tidak jauh dari rumah adrian, karena disanalah
dia biasa bermain basket. Disana pun sepi tidak ada siapapun,dengan penuh cemas
aku menunggu nya di sebuah bangku taman hingga tertidur pulas.
Beberapa menit kemudian datanglah adrian
menghampiri jani yang tertidur pulas di bangku taman.membelai rambutnya dengan
lembut untuk membangunkannya. Dengan terkejut dan pandangan yang pudar jani
terbangun. Jani dengan sontak memeluk adrian dengan erat.
“hei.. hei... lo kenapa si jan?” tanya adrian
dengan heran
“gue gak mau kehilangan lo adrian” jawab jani sambil tersedu
(adrian pun mengusap air mata yang berlinang di pipi jani)
“tenang dulu,jadi lo udah tau kalau gue mau pindah sekolah?” tanya adrian
“iya... lo jangan pergi,gue sayang sama lo “ timpal jani kepada adrian
“sebenernya kemarin gue ajak lo jalan itu gue mau kasih tau ini,tapi berhubung lo jalan sama si roman jadi ya gue biarin aja nanti juga lo bakal tau.emang si roman itu siapa lo ? oh itu,dia mantan pacar gue dan gue udah dikecewain sama dia. Sekarang jangan bahas dia lagi gue Cuma mau lo jangan tinggalin gue,karena gue sayang sama lo.”iya jani,gue juga sayaaaang banget sama lo”jawab adrian sambil memeluk jani. Jani berbisik kepada adrian”aku sayang sama kamu karena kamu bisa buat aku tersenyum lagi,aku nyaman bersama kamu. “iya aku percaya kamu kok, jangan sedih lagi ya tunggu aku kembali” jawab adrian.”iya.. aku gak akan sedih lagi,tapi kamu harus janji kembali lagi kesini”. Aku pasti kembali lagi kesini,di taman ini biar mereka jadi saksi kita,aku sayang kamu”jawab adrian.sedikit lega dengan jawaban adrian yang percaya kepadanya,jani memeluk erat adrian dengan kebahagiaan nya saat ini.
“gue gak mau kehilangan lo adrian” jawab jani sambil tersedu
(adrian pun mengusap air mata yang berlinang di pipi jani)
“tenang dulu,jadi lo udah tau kalau gue mau pindah sekolah?” tanya adrian
“iya... lo jangan pergi,gue sayang sama lo “ timpal jani kepada adrian
“sebenernya kemarin gue ajak lo jalan itu gue mau kasih tau ini,tapi berhubung lo jalan sama si roman jadi ya gue biarin aja nanti juga lo bakal tau.emang si roman itu siapa lo ? oh itu,dia mantan pacar gue dan gue udah dikecewain sama dia. Sekarang jangan bahas dia lagi gue Cuma mau lo jangan tinggalin gue,karena gue sayang sama lo.”iya jani,gue juga sayaaaang banget sama lo”jawab adrian sambil memeluk jani. Jani berbisik kepada adrian”aku sayang sama kamu karena kamu bisa buat aku tersenyum lagi,aku nyaman bersama kamu. “iya aku percaya kamu kok, jangan sedih lagi ya tunggu aku kembali” jawab adrian.”iya.. aku gak akan sedih lagi,tapi kamu harus janji kembali lagi kesini”. Aku pasti kembali lagi kesini,di taman ini biar mereka jadi saksi kita,aku sayang kamu”jawab adrian.sedikit lega dengan jawaban adrian yang percaya kepadanya,jani memeluk erat adrian dengan kebahagiaan nya saat ini.
(SELESAI)
Penulis cerpen: Rizky
Alfiansyah
Judul: cerpen cinta – takut kehilangan
kategori: cerpen cinta romantis
.

Judul: cerpen cinta – takut kehilangan
kategori: cerpen cinta romantis
.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar